
MUNA, Sultra — Kelompok ibu-ibu nelayan di lingkungan SPBUN Jompi Jaya Sentosa menyampaikan keberatan kuat terhadap pemberitaan yang berkembang belakangan ini terkait operasional SPBUN Jompi Jaya Sentosa tersebut. Mereka menilai sejumlah pemberitaan belum menyajikan fakta secara utuh dan cenderung memihak satu sisi saja.
Dalam pernyataan bersama yang disampaikan kemarin, para ibu nelayan menyatakan tidak menolak adanya pengawasan maupun kritikan. Namun, mereka meminta agar setiap informasi yang disampaikan kepada publik mencakup seluruh perspektif, termasuk realitas kehidupan dan ketergantungan warga terhadap SPBUN Jompi Jaya Sentosa.
“Kami tidak menutup mata jika ada hal yang perlu diperbaiki. Tapi jangan hanya menyampaikan satu sisi saja. Kami juga punya suara dan fakta yang perlu didengar,” ujar salah satu perwakilan ibu-ibu nelayan.
Mereka menegaskan bahwa keberadaan SPBUN Jompi Jaya Sentosa telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga nelayan di sekitar wilayah tersebut. Setiap kebijakan maupun pemberitaan yang berdampak pada citra maupun kelangsungan operasional SPBUN Jompi Jaya Sentosa, secara langsung menyentuh kesejahteraan rumah tangga mereka.
Oleh karena itu, para ibu nelayan meminta seluruh pihak — termasuk awak media dan pengambil kebijakan — untuk menyajikan pemberitaan yang berimbang, memeriksa kebenaran informasi dari berbagai sumber, serta tidak menyebarkan narasi yang dapat merugikan pihak lain tanpa bukti yang sah.
“Beritakanlah apa adanya. Jika ada kesalahan, sampaikan juga upaya perbaikannya. Jika ada persoalan, dengarkan juga penjelasan dari kami. Kami berhak mendapatkan keadilan informasi,” tambahnya.
Para ibu nelayan berharap aspirasi ini dapat dipahami oleh semua pihak, sehingga tercipta komunikasi yang sehat dan solutif demi kemaslahatan bersama.





