Tujuh Pelajar Sulawesi Tenggara Warnai Kepemimpinan Nasional PP IPM, Dikukuhkan di Yogyakarta

YOGYAKARTA — Kiprah pelajar asal Sulawesi Tenggara kembali menorehkan catatan membanggakan di tingkat nasional. Sebanyak tujuh pelajar terbaik daerah tersebut resmi dikukuhkan sebagai bagian dari Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) periode 2026–2028 dalam prosesi yang berlangsung di Amphitarium Universitas Ahmad Dahlan Kampus 4, Yogyakarta, Ahad (12/4/2026).

Pengukuhan ini mengusung tema “Arah Baru IPM: Membumikan Gerakan, Mencerdaskan Semesta”, yang menjadi penegasan arah gerakan IPM ke depan sebagai organisasi pelajar yang tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga berdampak nyata di tengah masyarakat.

Adapun tujuh pelajar asal Sulawesi Tenggara yang dikukuhkan tersebut adalah:

  1. Ghufran Al-Ghifary Kamiluddin
  2. Fajry Annur
  3. Fikki Dermawan
  4. Zalsa Iswahyuni
  5. Khumairah Ramadhan
  6. Muhammad Udil Saputra
  7. Alvito Afriansyahdi

Kehadiran mereka menjadi simbol kontribusi nyata pelajar daerah dalam percaturan kepemimpinan nasional, sekaligus menunjukkan bahwa kader IPM dari berbagai wilayah memiliki kapasitas yang setara untuk berperan dalam menentukan arah gerakan pelajar ke depan.

Acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PP IPM periode 2026–2028 Dany Rahmat Muharram, Pimpinan Pusat Aisyiyah sekaligus Komisioner KPAI Diyah Puspitarini, jajaran organisasi otonom Muhammadiyah tingkat pusat, serta Rektor Universitas Ahmad Dahlan.

Dalam sambutannya, Dany Rahmat Muharram mengajak seluruh kader IPM untuk menjadi lokomotif gerakan yang membumi dan berdampak langsung bagi pelajar di berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa IPM harus hadir tidak hanya dalam ruang formal, tetapi juga di tengah realitas sosial pelajar.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menekankan pentingnya kecerdasan dan progresivitas dalam menjalankan gerakan organisasi. Ia mengingatkan agar kader IPM tidak menjadi generasi yang biasa-biasa saja, melainkan mampu menjadi pelopor perubahan.

Salah satu pelajar asal Sulawesi Tenggara yang dikukuhkan, Ghufran Al-Ghifary Kamiluddin, yang menjabat sebagai Ketua Bidang Pengembangan Prestasi Keolahragaan PP IPM, menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya dalam mengemban amanah tersebut.

“Pengukuhan ini bukan sekadar kehormatan personal, tetapi amanah kolektif. Saya ingin menjadikan olahraga sebagai ruang pembinaan karakter pelajar yang berkemajuan, berprestasi, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” ujar Ghufran.

Ia juga menambahkan bahwa ke depan, bidang yang dipimpinnya akan berfokus pada pembangunan ekosistem olahraga pelajar yang inklusif, berkelanjutan, serta selaras dengan misi besar IPM dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pengukuhan ini sekaligus menjadi momentum awal bagi Pimpinan Pusat IPM periode 2026–2028 untuk mengaktualisasikan arah baru gerakan, dengan melibatkan seluruh potensi kader dari berbagai daerah, termasuk Sulawesi Tenggara, sebagai bagian dari kekuatan kolektif pelajar Muhammadiyah di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *