Skandal BBM ‘Illegal’ Masuk Ring Satu VDNI: Permainan Vendor PT PAS Makan Korban Ratusan Juta

BERITA5 views
Skandal BBM ‘Illegal’ Masuk Ring Satu VDNI: Permainan Vendor PT PAS Makan Korban Ratusan Juta

CORONGKENDARI.COM, KENDARI SULTRA || Praktik penyelewengan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menyusup di lingkaran kawasan industri raksasa Sulawesi Tenggara kembali terkuak. Asosiasi Jurnal Nusantara (AJUN) membongkar dugaan penyaluran BBM non-subsidi tanpa dokumen sah yang mengalir bebas ke area operasional PT Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI) melalui perantara vendor resminya, PT Patra Andalas Sukses (PAS).

Skandal ini tak hanya mengindikasikan adanya celah main mata dalam pengadaan bahan bakar di kawasan industri terpadu, tetapi juga menyisakan dugaan penggelapan pembayaran yang merugikan pihak ketiga hingga ratusan juta rupiah.

Surat Jalan Diduga Palsu dan Modus ‘Ulang Pakai’

​Berdasarkan investigasi dan bukti yang dihimpun AJUN, permainan ini bermula pada 12 September 2026. PT PAS selaku mitra resmi VDNI menerbitkan Purchase Order (PO) kepada PT Alfylla Buana Persada untuk pengadaan minyak. Anehnya, pesanan tersebut secara eksplisit meminta penyediaan BBM tanpa PPN dan tanpa kelengkapan dokumen resmi.

​Minyak “bodong” tersebut lantas dikirim dan diterima langsung di gerbang VDNI oleh seseorang bernama Haris yang mengaku bertindak atas nama PT PAS.

​Dokumentasi di lapangan mengungkap indikasi kuat pemalsuan prosedur: surat jalan yang digunakan diduga diproduksi secara berulang-ulang untuk menyamarkan transaksi BBM ilegal agar seolah-olah berasal dari jalur pengadaan yang sah.

​Kerugian Rp240 Juta dan Akses Komunikasi yang Diblokir

​Dampak dari transaksi tak berizin ini langsung memukul pihak pengangkut (transportir) dan pemilik barang. Meski BBM telah dibongkar di lokasi penyimpanan VDNI, dana pembayaran senilai Rp240 juta tak kunjung ditransfer oleh PT PAS.

​PT PAS diduga kuat justru telah menyelesaikan transaksi finansial dengan pihak lain secara sepihak, sementara pengangkut dan pemilik barang sah ditinggalkan tanpa kepastian. Kerugian materiil yang ditanggung pihak transportir ditaksir mencapai sedikitnya Rp200 juta.

​Upaya konfirmasi pun menemui jalan buntu. Haris, penerima barang di lapangan, memilih memutus akses komunikasi dan menolak menghubungkan awak media maupun korban ke jajaran pimpinan PT PAS.

Desakan Usut Tuntas Jalur Gelap Kawasan Industri

Temuan ini melempar bola panas ke lingkungan operasional VDNI. Muncul pertanyaan krusial mengenai ketatnya sistem pengawasan kawasan industri terintegrasi tersebut: bagaimana BBM tanpa dokumen sah bisa menembus gerbang utama dan mengalir ke fasilitas VDNI melalui vendor resmi?

​AJUN mendesak aparat penegak hukum dan otoritas terkait untuk segera turun tangan memeriksa PT Patra Andalas Sukses. Selain mengusut dugaan tindak pidana peredaran BBM ilegal dan penggelapan, penegak hukum juga didesak membongkar potensi keterlibatan oknum internal dalam skandal yang memanfaatkan celah kerja sama resmi ini.

Laporan : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *